Fourth day. Jadi teringat sama lirik lagu Ryan Webster yang berjudul sama dengan judul postingan ini. Hari terakhir penuh kebersamaan yang singkat dan padat. Mencoba mengumpulkan kenangan yang seperti butiran pasir, beberapa berhasil dipegang tetapi selebihnya jatuh melewati sela jemari. Begitulah kenangan. Beberapa peristiwa masih terbayang di mata, namun itu semua hanya kelebatan semata. Kebersamaan itu baru terekam dengan baik dalam bentuk video, dalam bentuk foto, dalam bentuk tulisan. Dan tampaknya tulisan ini, bersama empat tulisan sebelumnya (Blogger Bandung di ASEAN Blogger Festival 2013, ABFI 2013 di Solo, Merangkul Solo via ABFI 2013, dan Blogger Itu Keluarga) bisa dibilang sebagai bentuk dokumentasi yang semoga tak lekang oleh waktu. Terus diingat dan dibaca dengan mata berbinar dan bibir penuh senyum. Semoga.
Hari terakhir di hari Minggu kemarin adalah hari luar biasa. Menjelang perpisahan, sekaligus liburan bersama setelah lelah berdiskusi sepanjang 3 hari ASEAN Blogger Festival 2013 di Solo. Setelah menghabiskan waktu semalam dengan berkeliling kota Solo dengan bus Werkudara, maka pagi ini sebagian peserta akan mencoba sebuah kereta api uap yang dikenal dengan nama Sepur Kluthuk Jaladara. Demi hari tersebut, sosok itu telah berkemas sejak subuh hingga sudah sampai di halaman Hotel Kusuma Sahid Prince pada pukul 06.00 dengan menggunakan becak. Perhitungannya sederhana, semua rombongan Blogger Bandung menginap di hotel itu sementara dia sendiri di Hotel Sahid Jaya. Otomatis dengan barang bawaan yang sudah ready, sosok itu tinggal mengikuti rombongan ke mana saja. Sepulang penutupan di Keraton Surakarta, sudah pasti agenda berikutnya adalah check out. Kebayang, kan, kalau harus ke Hotel Sahid Jaya dan kembali lagi ke Hotel Kusuma Sahid Prince. Capek, deh!






